VIDEO MESUM DI WARNET


Pengelola jasa warung internet, mestinya dapat mengontrol semua client nya, terutama terhadap anak- anak remaja. Tak jarang di antara mereka, datang ke warnet hanya untuk sekedar berselancar mencari- cari gambar dan video porno. Kasihan negeri ini, jika harus diteruskan oleh generasi yang sudah terkontaminasi pornografi.

Hendaknya, aparat terkait juga pro aktif dan melibatkan diri, dengan sesekali mengadakan sidak di warnet- warnet. Dengan demikian, peredaran situs porno mungkin dapat di tekan demi keselamatan dan kelangsungan negeri tercinta Indonesia.


JAKARTA, KOMPAS.com — Warung internet (warnet) yang menyimpan ratusan video dan gambar porno di sejumlah komputernya digerebek aparat Polsektro Jatinegara, Kamis (22/7/2010) dini hari. Polisi menangkap DV (38), pemilik warnet yang terletak di Jalan Cipinang Jaya, RT 10 RW 12, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, itu.

Kapolsektro Jatinegara Komisaris Sriyanto mengatakan, penggerebekan warnet itu dilakukan berkat informasi dari warga. Warnet yang buka 24 jam itu kerap dijadikan tempat menonton video mesum.

Sriyanto mengatakan, wallpaper di setiap monitor komputer bergambar aktris bugil. Video-video mesum juga tersimpan di sekitar 20 komputer di warnet itu. Pelanggan yang ingin menonton tinggal buka folder 'my document' atau partisi D di setiap komputer yang ada.

"Puluhan video mesum itu kapasitasnya mencapai 20 gigabyte dari total kapasitas memori 120 gigabyte per unit perangkat keras milik warnet," tutur Sriyanto.

Dari pengakuan DV ke polisi, pengunjung warnetnya umumnya pria berusia di atas 20 tahun. Warnet itu jarang dikunjungi anak-anak sekolah. Kalaupun ada, mereka adalah pelajar SMA sederajat.

Kapolsek mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, pengelola warnet belum terbukti menyediakan video dan gambar porno dengan sengaja.

"Namun, yang jelas, warnet tersebut tidak memiliki izin resmi, baik dari Pemkot Jakarta Timur maupun izin lingkungan dari warga setempat. Karena itu, kami hentikan operasional warnet ini untuk sementara sampai mereka mengurus izin," katanya. Karena itu, pemilik warnet tidak ditahan.

Kasi Postel Sudin Kominfomas Jakarta Timur Amir SH mengimbau agar pengelola warnet di Jakarta Timur yang jumlahnya mencapai 1.000 segera mengurus izin. Selain itu para pengelola warnet juga diharapkan memiliki software antipornografi, yaitu DNS Nawala yang dapat diunduh secara gratis.

Tidak ada komentar: